Sabtu, 20 Februari 2010

T-Shirt

T-Shirt DCC





T-Shirt Briton

Banner

Banner FCMP


Banner Briton

Rabu, 17 Februari 2010

Ada yang terasa BERUBAH


Dari seorang sahabat ; Agusman Haryadi surni; neo_mhank_dcc@ yahoo.co. id


saya rindu dengan suasana "RUMAH" *kita* yang dulu.
"RUMAH" yang ku pilih sebagai tempat menjalani semuanya sejak pertama ku mengenal label "RUMAH" itu.
tempat di mana saya mendengarkan kata-kata yang tidak ada dalam kamus dari saudara-saudaraku yang lebih tua
di "RUMAH" itulah akhirnya saya bisa tau apa arti dari 'clrscr','readln' ,'return' dll.
yang saya dengar dari pembicaraan mereka di awal ku kenal mereka
yang awalnya saya kira takkan bisa mengerti apa yang mereka katakan.

"RUMAH" itu sangat berharga bagiku,
demi "RUMAH" sederhana itu kutinggalkan tempat yang jauh lebih mewah dari "RUMAH" itu.
itu pilihanku. "RUMAH" sederhana yang di dalamnya terdapat >HARTA< yang tak ternilai.

akankah ku lihat lagi suasana "RUMAH" itu seperti dulu lagi?
ataukah harus kulihat >HARTA< yang ada di dalam "RUMAH" itu berkurang sampai habis?
mudah-mudahan tidak.

mudah-mudahan >HARTA< yang kami ambil dari "RUMAH" itu tidak mengurangi isi dari "RUMAH" ber-label itu.
label yang selama ini kami junjung tinggi.
label yang selama ini membesarkan kami.
label yang selama ini membuat "RUMAH" itu tak di pandang sebelah mata.
label yang selama ini memberi arti di kehidupan kami.

saya sering mendengar suara peluit yang di tiupkan oleh kepala keluarga "RUMAH" itu,
suara itu sangat nyaring dan merdu, tapi apakah si BUNGSU mendengarnya?
ataukah si BUNGSU ini yang memang tak mengetahui bahwa itu suara pluit sang kepala keluarga?
mungkin karena banyaknya suara yang mereka dengar???
atau karena mereka terlalu jauh dari "RUMAH" itu??? sehingga suara peliut itu tak sampai di telinganya?? ?

mudah-mudahan besok jika kita kembali "RUMAH" itu,
kita bisa melihat penghuni "RUMAH" yang mengkerutkan dahi melihat script yang di mulainya sendiri.
dan sesaat kemudian tersenyum karena telah menyelesaikan sesuatu yang tidak semua orang bisa.

mudah-mudahan suasana "RUMAH" yang dulu dapat terulang lagi meski zaman telah berubah..
amin.....

Realita Kehidupan yang Aneh


Dari seorang sahabat; Alam; dinner_ice@yahoo.com

Hemat Energi, Hemat Biaya (Itu Dulu, ilmu yang tak lagi universal). Hemat Energi Tambah Biaya (Now Days). Dasar peraturan dari Aparat yang tidak pernah makan bangku sekolahan. Masa siang bolong nyalakan lampu... Logikanya dimana? Katanya mengurangi angka kecelakaan. tapi baru dinyalakan az kok sy sudah merasa se celaka ini yah. AKI motor sy dah mau soak. mudah-mudahan balonnya tidak cepat putus and makan biaya lagi. itukan namanya celaka. 

sedikit keluh kesah dari jiwa yang resah...

Selasa, 16 Februari 2010

HARGA sebuah Desain...


ANDI : setelah 5 tahun terakhir ini di Bali perkembangannya sangat pesat..., itu yang membuat jeloussssss banget, bayangin teman-teman desainer yangg baru saja wisuda satu tahun kemarin begitu dapat kerja rata-rata gaji pertamanya sudah Rp. 4 jutaan.
Di Makassar Kapan Ya….???

Di Makassar, karena persaingan yang makin gila-gilaan maka tempat-tempat usaha percetakan MENGGRATISKAN HARGA DESAIN DEMI HARGA MURAH. Hal ini didukung oleh masyarakat kita yang cenderung mencari barang yang murah tanpa memikirkan kualitas. Desain ditempatkan di urutan terakhir. Yang terpenting adalah harga yang murah.

Kenyataan, bahwa desainer pada khususnya dan Desain pada umumnya dianggap atau dihargai dengan sangat murahnya, ini dipengaruhi oleh tingkat apresiasi masyarakat kita akan desain itu sendiri. Masyarakat juga nggak bisa membedakan antara Desainer dan Tukang Setting (atau memang tidak ada bedanya ? ) Bayangkan saja seorang (yang katanya) Desainer yang bekerja di sebuah perusahaan reproduksi, suatu saat diminta untuk membuat LOGO KORPORAT untuk kartu nama atau kop surat yang pada akhirnya di hargai Rp. 5000, itupun sudah termasuk ongkos desain kartu nama dan kop surat yang dipesan. Nah ketika ditanya kenapa murah, jawab klien yang memesan : kan ini settingan pak, masa mau disamakan dengan advertising! Nah.., sementara kasus yang disampaikan oleh kawan ANDI (nama samaran), kasus ini terjadi disebuah advertising atau agency. Sementara itu, para KAPITALIS, juga sok tahu dan biar tahu juga pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu. Nah… kalau sudah begitu siapa yang salah. Percakapan kita ini saya rasa sangat dekat dan erat hubungannya dengan yang dibicarakan oleh teman-teman lain tentang IDENTITAS DESAIN INDON yang masih "semrawut" seperti benang ruwet.

Hanya sebuah informasi bagi para desainer Makassar, harga sebuah logo yang sudah ada, mau didesainkan ulang (desain logo tetap sama) itu di hargai Rp 250.000,- sedangkan kalau membuat LOGO BARU di harga di atas Rp. 1 Juta, tergantung perusahaan apa yang anda tangani…., semakin besar perusahaan tersebut semakin besar juga harganya. Sebagai contoh logo pertamina saja yang begitu sederhana di hargai Rp. 1 M.

Senin, 15 Februari 2010

KLUVD DESIGN

UNDER CONSTRUCTION

T-SHIRT